Kamis, 09 April 2009

Yohanes Baptista Obiet Panggrahito


Nama Lengkap:Yohanes Babtista Obiet panggrahito
Panggilan:Obiet
TTL:16 juli 1998
Nama ayah: Tatas Panggrahito
Nama ibu:Primasari



Riwayat hidup Obiet:
Namanya YB. Obiet Panggrahito. Obiet lahir 10 tahun yang lalu. Tepatnya tanggal 16 Juli 1998, sebagai anak pertama. Ayah Obiet, Tatas Panggrahito, adalah seorang guru tidak tetap di sebuah SD swasta. Ibu Obiet, Primasari, seorang ibu rumah tangga. Obiet lahir dalam keluarga yang sangat sederhana. Obiet tumbuh seperti anak-anak yang lain. Satu-satunya yang membuat Obiet istimewa adalah orang tuanya sangat mencintai dan memperhatikan dirinya. Obiet masih ingat ketika belum sekolah, orang tua Obiet sering mengajak jalan-jalan duduk di sebuah bukit dan melihat pemandangan dari bukit itu. Di malam hari Obiet diajak menyanyi, bercanda, dan membaca bacaan anak. Pokoknya asik. Obiet bangga menjadi anak ayah dan ibuku

Ketika usia Obiet 5 tahun, Obiet mulai merasakan kesepian. Bila hari menjelang malam Obiet sedih. Obiet harus di dalam rumah tapi tak punya teman. Hanya ada ibu yang tak bisa berlama-lama menemani Obiet nonton TV karena harus menjahit mencari tambahan penghasilan. Dan ayah Obiet pergi mencari tambahan penghasilan dengan memberi les privat dari rumah ke rumah. Saat itu Obiet mulai membayangkan andai Obiet punya adik.

Beberapa kali Obiet bilang pada ayah ibu, kenapa Obiet tak punya adik? Mereka menasehati agar Obiet berdoa minta adik kepada Tuhan. Lama... Obiet menunggu tetapi Tuhan belum mengabulkan. Meski begitu orang tua Obiet masih meluangkan sedikit waktu di malam hari. Main ular tangga, baca buku, dan menyanyi menjelang tidur. Karena tiada hari tanpa bernyanyi, lama-lama Obiet jadi senang sekali menyanyi. Dan karena hobi Obiet itu, ayah Obiet menciptakan beberapa lagu sederhana untuk aku.

Di pertengahan tahun 2005, Tuhan memberi Obiet seorang adik kecil di dalam perut ibu. Obiet bahagia sekali. Tak sabar Obiet menunggu adik lahir. Saat itu pula ayahku punya ide untuk mendirikan sebuah sanggar seni. Dengan bantuan dana dari seorang teman, berdirilah sebuah sanggar bernama "Rumah Bintang". Dengan adanya sanggar itu ayah Obiet tak perlu lagi memberi les privat dari rumah ke rumah. Asal Obiet mau di Rumah Bintang, waktu Obiet bertemu ayah bisa lebih lama. Di Rumah Bintang, Obiet belajar banyak hal. Mulai dari menyanyi, melukis, main musik, juga bermain dengan banyak teman.

Suatu hari ayah Obiet mencoba-coba membuat rekaman lagu-lagu ciptaanya dan Obiet yang menyanyikannya. Obiet dan ayahnya ingin mempersembahkan kaset rekaman itu untuk menyambut kelahiran adiknya. CD rekaman itu dijual untuk teman-teman sendiri. Terjual sekitar 150 keping. Setiap laku satu CD, Obiet mendapat uang Rp 1.000. Waaah, uang Obiet jadi banyak.

Tanggal 27 maret 2006 aku bahagia. Horeee... adik Obiet lahir. "Terima kasih Tuhan. Engkau telah memberiku adik cowok cakep yang akan menemani hari-hariku." Ucap Obiet.

Sejak saat itu Obiet mulai rajin mengikuti lomba menyanyi. Pertama kali ikut lomba, Obiet memperoleh juara sampai ke tingkat eks Karesidenan Kedu. Dan setiap kali ada lomba di Kabupaten Temanggung, Obiet selalu mendapat juara satu. Obiet juga mulai dipanggil untuk menyanyi bersama ayahnya. Ketika ayah memberi uang hasil Obiet menyanyi, ayah selalu berpesan, "Ini bukan tujuan kamu menyanyi".

Suatu ketika Obiet melihat pengumuman Idola Cilik yang pertama di RCTI. Obiet ingin sekali ikut. Obiet beranikan diri bilang pada ayah dan ibu. Dengan sedih ayahnya menjawab bahwa saat ini mereka tidak punya biaya. Karena audisinya hanya di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Semua jauh dari tempat mereka. Ayah Obiet berjanji mulai sekarang akan menabung dan kalau ada Idola Cilik yang kedua, Obiet boleh ikut. Setiap kali melihat Idola Cilik di RCTI, Obiet sedih sekali. "Kenapa aku tidak bisa seperti mereka?" tanyanya dalam hati. Naaah... inilah saatnya. Idola Cilik ada lagi, audisi Idola Cilik 2 ada di Yogyakarta. . Aku pasti ikut. YES...!

Cita-cita Obiet sangat banyak. Salah satunya adalah menjadi Idola Cilik. Andai Tuhan mengabulkan, impian Obiet adalah memiliki banyak lagi teman lewat Idola Cilik 2. Obiet ingin mengembangkan bakat Obiet. Obiet ingin... tidak hanya adikObiet yang mendengar Obiet bernyanyi tetapi juga teman-teman Obiet di seluruh Indonesia mendengar Obiet menyanyikan lagu ciptaan ayahnya. "Terima kasih ayah, atas cinta dan perhatianmu. Terima kasih ibu karena engkau merawatku dengan kasih. Terima kasih Tuhan atas anugrah yang besar ini. Aku ingin berbagi kasih dengan banyak teman. Aku ingin berbagi kebahagiaan lewat dendang laguku."ujar Obiet haru.


BAGI LOE SEMUA Y9 TW NO TLPNNYA OBIET,
KASIH TA GW YAHK,,
EMAIL:thipphanie@rocketmail.com
FS:sweety_lolipop@love.com

FB:thipphanie@rocketmail.com

photo gallery obiet:







































Sekian dulu tentang obiet,,

KISAH ROMANTIS IC2


KISAH ROMAN ICIL 2… SEASON 2 (halaahh… kyk Cinta Fitri ajah!)

Meskipun sudah sama2 saling mengungkapkan isi hati, tapi ternyata Oik dan Cakka belom menjalin cinta dan merajut kasih (halaaahh.. apa seh? Kebanyakan nonton infotainment nih!). Oke… mereka belom pacaran, tapi rutin curi-curi pandang! Itu semua dikarenakan aturan yang keras di lingkungan Akademi Idola Cilik 2 yang nggak memungkinkan keduanya pacaran, meskipun backstreet! Karena semua bentuk rahasia, pasti akan diketahui oleh ibu asrama, Ibu Okky. Jadi jangan ada yang berani macam2 sama peraturan sekolah.
Oik sebenernya paham banget sama peraturan sekolah mereka. Cuman… Oik ngebet banget pengen si Cakka membuktikan kalo dia beneran suka sama Oik. Nah, pas jam istirahat, seperti biasa Oik dan Rahmi duduk2 di bangku taman, pengen ngeliat pertandingan basket yang secara otomatis pasti ada Cakka disitu. Oik kan.. pengen curi2 pandang getooo…
Rahmi sebenernya mau2 aja nemenin Oik disitu, tapi karena Rahmi dibawain bekal sama Mamanya dan pengen ngajak Oik makan bekal itu bareng2, akhirnya mereka nggak jadi duduk di bangku taman dan memutuskan untuk makan bekal di kantin.
Nah, nggak disangka nggak dinyana… ternyata si Cakka menyadari ketidakhadiran Oik di bangku taman. Cakka blingsatan nyariin Oik ke seluruh penjuru sekolah. Dan… VOILLAAA!! Ketemu di kantin!
Cakka dengan PDnya berdiri di hadapan Oik dan Rahmi yang lagi sibuk ngabisin bekal. Oik kaget, kok sampe segitunya Cakka nyariin dia. Demi melihat napas Cakka yang ngap-ngapan, akhirnya Oik tanya, “Mengapaaaaa…. Kamu beginiiiii…”
Trus Cakka jawab, “Jangan kauuuu… mempertanyakan…”. Maksudnya, Oik pasti tau-lah kalo Cakka megap2 gitu juga karena Oik (nyariin Oik-red). Trus Cakka duduk di depan Oik dan Rahmi. Oik heran juga sama sikap Cakka yang tiba2 aja jadi agak ‘lebay’ mentang2 mereka emang beneran sama2 suka. Oik tanya, “Kamu nggak main sama anak2?”
Cakka geleng2 sambil senyam-senyum mulu. Oik pun cuman mengedikkan bahu. Trus tau2 tangan Cakka mampir ke tangan Oik, sambil bilang, “Cinta jangan kau pergii… tinggalkan diriku sendiri… cinta jangan kau lari… apalah arti… hidup ini… tanpa cinta dan kasih… sayang..”
Oik dan Rahmi nahan ketawa. Rahmi ngomong, “Yang pergi tuh siapa, Cak? Kita cuman ke kantin kok… Kayak mau ditinggal kemana aja deehhh…”. Cakka jadi malu, pipinya merah. Saking malunya, akhirnya Cakka mengalihkan obrolan.
“Kau cantik hari ini… dan aku sukaaa…” katanya ngegombal. Oik dan Rahmi cekikikan. “Terimakasih cintaaa… untuk segalanyaaa…. Kau ngegombal lagi… dasar tukang ngrayuuu…” balas Oik. Mereka pun sama2 ngikik.
Tiba2 Cakka bilang ke Oik, “Jadikanlah aku pacarmu… kan kubingkai slalu indahmu… jadikanlah aku pacarmu… iringilah kisahkuu…”
Trus Oik inget sama ke’ngebet’annya pada Cakka, soal nunjukkin rasa cinta Cakka yang sebenernya ke Oik, meskipun terganjal peraturan sekolah. “Berlarilah sekuat kau mampu… jika kau mendapatkan cintakuu… buktikan kalau kau memang mau… buat kuberikan cinta ini kepadamu…”
Cakka langsung termotivasi demi mendengar hal itu dari Oik. Langsung deh Cakka tarik tangan Oik untuk ngikut sama dia. Oik nurut aja. Ternyata Cakka ngajak Oik ke tengah lapangan basket. Disitu semua temen2 Cakka udah pada nungguin Cakka buat main basket.
“Cakka, darimana aja sih??? Kasmaran sih kasmaran… tapi kita kapan mainnya???” Debo ngamuk2. Cakka melebarkan kelima jari tangan kanannya ke udara, menenangkan massa. Laluu… mulai berorasi…
“I LOV U OIK! Biar kata peraturan.. bagiku dilanggar aja… ooooo… I LOV U OIK!” Cakka tereak2 di tengah lapangan. Anak2 pada nyorakin. Dan guru2 pada melotot.
“CAKKA! Apa-apaan kamu ini!” Bu Ira marah2 dari dalam kantor guru. Semua guru ikutan menghambur ke tengah lapangan. Oik yang lagi girang karena Cakka ternyata se-gentle dugaannya, langsung ngomong ke Cakka. “Bilang… Bu Ira… ku takkan.. buat kau.. berubah.. menjadi.. anak yang nakal… Bilang… Bu Okky… kucinta padamu.. dan aku… tak pernah.. main2… Biarkanlah saja dulu.. kita jalan berdua… mereka pun pernah muda… saatnya kau… dan aku sekarang…”
Cakka mandang Oik lamaaaaa…. banget!, dan nggak ngehirauin kedatangan guru2 mereka. Merasa diacuhkan sama kedua muridnya yang sedang kasmaran itu, akhirnya Bu Ira dengan lantang teriak ke kuping Cakka. “IKUT IBU, SEKARAAAANGGGG!!!”
Busyeeettt…!!! Cakka ngegosok2 kupingnya sembari meringis. Oik ikutan ngegosok2in kuping Cakka dengan tangannya (duileeee… mesra amat?!). Akhirnya Cakka ngebuntutin Bu Ira sambil terus noleh ke Oik. Diem2 Cakka ngebisikin sesuatu ke telinga Oik, sebelum ngikutin Bu Ira. “Aku akan pergi tuk sementara… bukan tuk meninggalkanmu selamanya… ku pasti kan kembali pada dirimu… tapi kau jangan nakal… aku pasti kembali…”. Oik cuman mesam-mesem aja.
Tapi ternyata, di suatu tempat, ada seseorang yang nggak suka akan kemesraan Oik dan Cakka. Sosok itu diam2 mengintip dari balik tembok perpus. OBIET! Ya, Obiet! Ternyata Obiet menyimpan rasa suka ke Oik. Tapi dia nggak berani ngungkapin, dan malah keduluan sama Cakka. Sambil meremas kertas di buku yang sedang dia baca, Obiet menggeram, “Ingin kubunuh pacarmu… saat dia tatap mata indahmu… di depan kedua mataku…” Detik itu juga, Obiet berencana untuk bikin hubungan Oik dan Cakka renggang.
Nggak berapa lama, Oik dan Rahmi melewati perpus untuk kembali ke kantin. Obiet memanfaatkan kesempatan itu untuk bikin Cakka dan Oik marahan. Dengan metode lama, Obiet pun memulai aksinya. Sambil pura2 keluar perpus dan bawa banyak banget buku, seolah2 nggak ngeliat gitu, Obiet menabrakkan diri ke Oik. Jelas aja Oik dan Obiet jatoh bebarengan! “Aduuuhh… lututku…” Oik merintih. Obiet langsung tampil bak superhero. “Oik, maaf ya… aku nggak sengaja…” Lutut Oik ditiup2 gitu sama Obiet, sambil diusap2. Sedangkan Rahmi malah sibuk ngeberesin buku2 Obiet yang jatoh.
“Obiet.. nih buku kamu… Biar Oik aku ajak ke UKS aja deh..” kata Rahmi sambil menyerahkan buku2 ke Obiet. Setelah menerima bukunya, Obiet tersenyum sinis sambil melemparkan pandangan ke tempat parkir. Disitu lagi ada anak cowok yang megang gagang sapu, sambil melotot ke arah mereka, trus akhirannya malah ngacak2 rambutnya sendiri. CAKKA!
Hati Cakka panaaasssss…. banget! Dia nggak nyangka, Oik bakalan tega nge-gitu-in dirinya, disaat Cakka lagi berkorban buat Oik! Cakka yang udah nggak tahan lagi, langsung deh tereak2. “Kau hancurkan aku dengan sikapmuuuuu… Tak sadarkah kau telah menyakitikuuuuu… Lelah hati ini meyakinkanmuuuu… Cinta ini… membunuhkuuuuu…”
Oik, Rahmi, Obiet, dan anak2 langsung pada noleh ke sumber suara. Di sana Cakka lagi ngglesot2 di tanah sambil nangis bombay. Jelas aja Oik kaget! Pikirnya, nih anak apa kumat stresnya gara2 dihukum sama Bu Ira?! Tapi kemudian Oik sadar kalo Cakka pasti ngeliat adegan ‘usap-mengusap’ Oik-Obiet tadi. Oik pun langsung ngehampirin Cakka. “Maafkan kata yang tlah terucap… akan kuhapus jika ku mampu… andai ku dapat meyakinkanmuu… kuhapus hitamkuuu…”
Sambil ngehapus airmata Cakka yang udah terlanjur ngalir deres banget, Oikpun ngebantu Cakka bangun dari ngglesot2 di tanah itu. Trus Cakka natap Oik lamaaaa… banget! Seakan nggak mau ngelepas Oik gitu aja! Nggak lama Cakka ngomong, “Aku terlanjur cinta kepadamuuu… dan tlah kuberikan sluruh hatikuuu… tapi mengapa baru kini kau pertanyakan… cintakuuu…”
Oik yang nyesel karena tanpa sengaja mesra2an sama Obiet, langsung ngomong ke Cakka, “Dan… bukan maksudku… bukan inginku… melukaimu… sadarkah kau disini ku pun terluka…”
Akhirnya mereka pun baikan lagi.
Tiba2 Obiet menyeruak ke hadapan Oik-Cakka. Obiet yang sadar bahwa dia udah salah karena bikin Oik-Cakka jadi salah paham, akhirnya terus terang, “Ku akui ku sangat… sangat menginginkanmu… tapi kini ku sadar ku di antara kaliaaannn…”
Obiet memilih mundur dari pertarungan sengit itu, mengingat Cakka beneran sukaaaaa… banget sama Oik. Dan kayaknya bakalan susah buat misahin mereka.
***
Peristiwa cemburu2an itu udah berakhir beberapa waktu lalu. Hari ini Oik dan Cakka janjian buat makan bakso bareng2. Cakka dan Oik janjian buat ketemuan di bawah pohon beringin yang banyak hantunya (walaaahhh… serem amat, buuu??!). Tujuannya biar Cakka bisa sekalian nostalgia sama temen2nya itu.
Ditungguin bermenit2, nggak nongol juga batang idung si Cakka. Oik sampe bete sendiri! Akhirnya Oik mutusin buat nelpon ke hapenya Cakka. Mailbox! Oik pun nge-SMS Cakka. “Sedetik menunggumu disini… seperti seharian… berkali kulihat jam di tangan… demi membunuh waktu… tak kulihat tanda kehadiranmu… yang semakin meyakiniku… kau tak datang… di hempas kesal… dan amarah.. sluruhnya ada di benakku.. andai seketika.. hati yang tak terbalas.. oleh cintamu.. kuingin marah.. melampiaskan.. tapi ku hanyalah.. sendiri disini.. ingin kutunjukkan.. pada siapa saja yang ada.. bahwa hatiku.. kecewa…”
PENDING!
Uuuhh! Oik kesel setengah mati! Oik mutusin buat balik ke asrama. Kebetulan asrama cewek ngelewatin asrama anak2 cowok. Sekalian buat ngintipin, ada Cakka nggak disana. Ternyataaaa…. CAKKA!
Ya ampun! Oik kaget setengah mati! Ternyata Cakka lagi berduaan di kursi depan kamarnya, bareng sama… AGNI!
OH MY GOSH!
“CAKKA!” teriak Oik. Cakka dan Agni kaget. “O.. Oik..” Cakka gelagapan. Cakka dan Agni bareng2 meletakkan gitar yang dari tadi sibuk mereka mainkan.
“Baby dengerin… jangan jelalatan! Jaga matamu… janganlah kegatelan! Baby dengerin… janganlah sok kecakepan! Gayamu sok asik dan sok kebarat2an! Lama2 aku jadi bosan! Gayamu sok kebarat2an! Lama2 aku jadi bosan! Karna pacar kamu berceceran! Kamu ketahuan ngumpetin simpanan, tapi kamu slalu bilang bahwa itu bukan. Kamu ketahuan ngumpetin simpanan, tapi kamu pintar cari2 alasan!” Oik marah banget, bahkan nggak mau terima alasan Cakka. Cakka jadi bingung mau ngejelasin gimana ke Oik. Tiba2 Agni bilang, “Maafkan aku… mencintai… kekasihmu… kekasihmu… namun ku tak ingin… menjadi… penyebab kehancuran… antara kau dan dia…” trus Agni ngabur.
HAH?! Ternyata Agni juga suka sama Cakka?!, batin Oik.
Oik masih bertahan disitu, sambil nunggu pengakuan Cakka. Cakka malah semakin kebingungan. Tapi akhirnya Cakka bilang juga, “Sayangkuuu… maafkanlah dirikuu… ku tahu kusalah menyakitimuu… Sayang terimalah aku lagiii… ku masih mencintaimu…”
Oik nggak serta merta kemakan omongan Cakka gitu aja. Oik langsung melengos dan kembali ke kamar asramanya.
***
Beberapa hari diem2an, Cakka dan Oik jadi makin canggung, kayak nggak kenal satu sama lain. Tapi Oik merasa, tetep nggak bisa nerima perlakuan Cakka, yang udah ngebiarin dirinya nungguin di bawah pohon beringin sendirian, sementara Cakka asyik main gitar sama cewek lain. Oik mutusin buat break sementara dari hubungannya dengan Cakka.
Di tengah keputusan untuk break itu, Oik malah jadi deket sama seorang ICIL 2 lainnya. Debo. Mereka jadi suka ketawa bareng, makan di kantin bareng, ke perpus bareng, pulang ke asrama bareng. Pokoknya semuanya dilakukan bareng2! (eiittss… jangan mikir macem2 ya!). Terang aja hati Cakka panas liat adegan panas itu! (maksudnya, adegan kemana2 Oik dan Debo lengket!). Tapi Cakka nggak bisa berbuat banyak, mengingat Oik juga lagi marah sama dia. Ntar kalo dia ikut campur, si Oik jadi tambah marah deh…
Nah, waktu Oik dan Debo lagi asyik makan di kantin, si Cakka ngebuntutin tuh! Tapi duduknya di belakang Oik, biar nggak keliatan. Cakka pengen tau, mereka ngomongin apaan aja sih?? Hidung Cakka kembang kempis demi mendengar mereka berdua cekikikan bareng2, ngeliat mereka suap2an. Dalam hati Cakka berkata, “Aku hancur… ku terluka… namun engkaulah nafasku… kau cintaku… meski aku… bukan di benakmu lagi… dan ku beruntung… sempat memilikimu…”
Tiba2 Oik ngomong ke Debo, suaranya keras lagi! Oik ngomong sambil natap mata Debo, “Aku jatuh cinta lagi… harusnya ku tak boleh begitu… ku sudah ada yang punyaaa… ku tak boleh jatuh cinta lagi…”
Kesal Cakka demi mendengar Oik ngomong gitu ke Debo!!! Tapi disisi lain dia juga seneng, karena ternyata Oik masih nganggap Cakka cowoknya, dengan bilang ke Debo bahwa Oik masih ada yang punya!
Trus selanjutnya tuh dua anak manusia ngobrolin sesuatu, tapi sayangnya Cakka nggak bisa denger. Bisik2 gitu deh… Meskipun Cakka memiringkan kuping sedemikian rupa, tetep aja nggak bisa ngedenger apa yang lagi diomongin Oik dan Debo.
Di tengah perjuangan nguping itulah, tiba2 Oik menoleh ke arah Cakka sambil ngomong, “Tik… tik.. tik… waktu berdetik… tak mungkin bisa kuhentikan… maumu jadi mauku… pahitpun itu kutersenyum…”
Cakka yang kaget, buru2 menegakkan telinga dan badannya sedemikian rupa. Dia malu banget ketahuan nguping sama si Oik dan Debo. Cakka pun membalas, “Kamu tak tau… rasanya hatiku… saat berhadapan… kamu…”
Cakka dan Oik jadi sama2 salting. Mereka nggak bisa nyembunyiin perasaan mereka lagi. Nggak lama Oik dan Cakka pun sama2 ngelanjutin bait terakhirnya. “Kamu… tak bisa… bayangkan… rasanya… jadi diriku… yang masih… cinta…”

THE END

6 komentar:

  1. Aku suka beud critanya !.

    Teruz berkarya, lagi.. lagi.. lagi... lagiiii...

    heheheeee...

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  3. Ehm... crita kmu ku taro di www.idolaciliklovers.ning.com yach???. thx.

    BalasHapus
  4. cRiTax BAguS......


    BgUS ngetZZ


    tPi KOgh Mbulet.....

    he....he....



    KriMIn cRtA Lagi.....lAgi....LagI....LAgI.....


    he...he....he....



    ^_^

    BalasHapus